Selasa, 02 Juli 2013

MAKNA KESAKTIAN PANCASILA TERHADAP KEPRIBADIAN BANGSA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sendi utama ini tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.


Makna Kesaktian Pancasila
Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan. Melainkan juga Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalam hubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Pancasila mengandung berbagai makna dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara.

Makna yang pertama Moralitas, sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung pengertian bahwa negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang hanya berdasarkan kekuasaan negara dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, melainkan berdasarkan legitimasi hukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karenanya asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas.

Para pejabat eksekutif, anggota legislatif, maupun yudikatif, para pejabat negara, serta para penegak hukum, haruslah menyadari bahwa selain legitimasi hukum dan legitimasi demokratis yang kita junjung, juga harus diikutsertakan dengan legitimasi moral. Misalnya, suatu kebijakan sesuai hukum, tapi belum tentu sesuai dengan moral. Salah satu contoh yang teranyar yakni gaji para pejabat penyelenggara negara itu sesuai dengan hukum, namun mengingat kondisi rakyat yang sangat menderita belum tentu layak secara moral (legitimasi moral).

Hal inilah yang membedakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa dengan negara teokrasi. Walaupun dalam negara Indonesia tidak mendasarkan pada legitimasi religius, namun secara moralitas kehidupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Tuhan terutama hukum serta moral dalam kehidupan bernegara.


Makna kedua Kemanusiaan, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengandung makna bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab, selain terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalm kehidupan bernegara. Negara pada prinsipnya adalah merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama-sama dalam suatu wilayah tertentu, dengan suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demi kesejahteraan bersama.

Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan norma-norma baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap lingkungannya.

Oleh Karena itu, manusia pada hakikatnya merupakan asas yang bersifat fundamental dan mutlak dalam kehidupan negara dan hukum. Dalam kehidupan negara kemanusiaan harus mendapat jaminan hukum, maka hal inilah yang diistilahkan dengan jaminan atas hak-hak dasar (asas) manusia. Selain itu, asas kemanusiaan juga harus merupakan prinsip dasar moralitas dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.


Makna ketiga, Keadilan. Sebagai bangsa yang hidup bersama dalam suatu negara, sudah barang tentu keadilan dalam hidup bersama sebagaimana yang terkandung dalam sila II dan V adalah merupakan tujuan dalam kehidupan negara. Nilai kemanusiaan yang adil mengandung suatu makna bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab harus berkodrat adil.

Dalam pengertian hal ini juga bahwa hakikatnya manusia harus adil dalam hubungan dengan diri sendiri, adil terhadap manusia lain, adil terhadap lingkungannya, adil terhadap bangsa dan negara, serta adil terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagian senantiasa harus berdasarkan atas keadilan. Pelanggaran atas prinsip-prinsip keadilan dalam kehidupan kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Makna keempat, Persatuan. Dalam sila “Persatuan Indonesia” sebagaimana yang terkandung dalam sila III, Pancasila mengandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara berupa suku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya negara adalah beraneka ragam tetapi tetap satu sebagaimana yang tertuang dalam slogan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika.


Makna kelima, Demokrasi. Negara adalah dari rakyat dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula kekuasaan negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung makna demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Maka nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinannya, adanya kebebasan berkelompok, adanya kebebasan berpendapat dan menyuarakan opininya, serta kebebasan yang secara moral dan etika harus sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
http://bundadontworry.wordpress.com/2010/10/01/makna-kesaktian-pancasila/

Senin, 06 Mei 2013

CIRI KHAS BUDAYA INDONESIA BERKEPRIBADIAN PANCASILA

     Bangsa Indonesia kaya akan bentuk keragaman, bbaik keragaman agama, suku bangsa, budaya, dan adat istiadat, Tapi, dalam keragaman tersebut kita tetap bersatu dan bersaudara sehingga bangsa ini dapat hidup rukun damai dan aman. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan warisan nenek moyang terdahulu. Semangat pancasila menjiwai kehidupan bangsa Indonesia.
   Struktur masyarakat Indonesia ditandai atas kelompok-kelompok suku, agama, daerah, dan ras yang beraneka ragam. Perbedaan tersebut berpengaruh pada perbedaan sistem kepercayaan, sistem nilai, pandangan hidup, dan perilaku sosial antarmasyarakat dan budaya.
   Sebelumnya sudah kita bahas mengenai , dan . Berdasarkan pembahasan tentang berbagai budaya yang budaya lokal, pengaruh budaya asing ada di Indonesia, masyarakat Indonesia memiliki beragam budaya dan perilaku yang berbeda-beda. Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang bersifat majemuk yang disebabkan oleh perbedaan adat istiadat, ras, etnik, bahasa, dan agama. Berbagai potensi budaya yang ada di Indonesia ini memerlukan sebuah pemahaman akan pentingnya sikap toleransi dalam perbedaan yang tercermin dalam asas tunggal bangsa Indonesia yang berbunyi Bhinneka Tunggal Ika.
   Definisi kebudayaan tersebut di atas tampaknya kebanyakan definisi dan pemakaiannya telah mengaburkan perbedaan penting antara kebudayaan sebagai pola untuk perilaku dengan pola dari perilaku. Dari definisi-definisi kebudayaan tersebut di atas dapat dinyatakan bahwa inti pengertian kebudayaan mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut:

  1. Kebudayaan itu beraneka ragam.
  2. Kebudayaan itu diteruskan melalui proses belajar.
  3. Kebudayaan itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia.
  4. Kebudayaan itu berstruktur.
  5. Kebudayaan itu terbagi dalam aspek-aspek.
  6. Kebudayaan itu dinamis.
  7. Nilai-nilai dalam kebudayaan itu relati.
Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Rumah adat di Indonesia sangat beragam sekali bentuknya dan masing masing rumah adat menggambarkan kebudayaan daerah tersebut. Rumah adat biasanya di pakai untuk acara acara adat atau untuk tempat musyawarah adat. Rumah adat di Indonesia memang begitu berragam bentuk serta jenisnya dan masing rumah tradisional itu di jadikan rumah adat indonesia.



Keanekaragaman adat istiadat, agama, seni, budaya, dan bahasa yang berkembang di Indonesia melahirkan adanya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah memiliki ciri khas tersendiri. Namun, secara keseluruhan ciri khas tersebut mengandung banyak unsur kesamaan yang melahirkan kebudayaan nasional.



Ciri-ciri kebudayaan nasional pancasila


Kebudayaan nasional adalah kebudayaan seluruh rakyat Indonesia yang mempunya unsur unsur moral yang diarahkan kepada nilai dan norma pancasila. Kebudayaan nasional pancasila juga merupakan puncak kebudayaan daerah. Ciri-ciri kebudayaan nasional adalah sebagai berikut:
  1. Mengandung unsur budaya daerah yang berasaskan pancasila dan diakui secara nasional.
  2. Mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa.
  3. Merupakan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
  4. Mengandung unsur-unsur yang mempersatukan bangsa.
Contoh kebudayaan nasional antara lain sifat gotong royong, pakaian nasional yaitu kebaya dan batik, serta bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Semuanya itu menjadi identitas khas bangsa Indonesia. Suatu kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.



Ciri-ciri kebudayaan daerah



Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu yang memiliki ciri-ciri khas kedaerahan. Ciri-ciri kebudayaan daerah  Indonesia antara lain:
  1. Memiliki sifat kedaerahan tertentu.
  2. Mempunyai adat istiadat yang khas.
  3. Memiliki unsur kebudayaan asli dan tradisional.
  4. Dianut oleh penduduk daerah tersebut.
  5. Adanya bahasa dan seni daerah.
  6. Adanya unsur kepercayaan.
  7. Adanya peninggalan sejarah.
Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

  Sumber :
http://books.google.co.id/books?id=cWfQUqd287IC&pg=PT107&lpg=PT107&dq=ciri+khas+budaya+indonesia+berkepribadian+pancasila&source=bl&ots=KYY2jJabGo&sig=7psyYLh3lkaKVx5k4Wua63FX7pc&hl=en&sa=X&ei=XpmHUZn4HtGmrAeMjYHABg&redir_esc=y 
 
 


 

Jumat, 22 Maret 2013

PENGERTIAN DAN TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR



Pengertian IBD

Ilmu budaya dasar merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kebudayaan dalam hal mendasar sampai dengan yang umum. Adapun IBD dalam bahasa inggrisnya diartikan menjadi  “The Humanities” dan arti tersebut berasal dari bahasa yunani dengan istilah “Humanus” yang artinya manusia, berbudaya, dan halus. Jadi bagi yang mempelajari  ilmu ini dapat menjadi manusia yang tidak lepas dari tanggung jawabnya di dunia dan berkebudayaan yang baik, serta menjaga budayanya dari waktu ke waktu. ilmu budaya dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. IBD diharapkan dapat membuka pengetahuan kita terhadap masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu Budaya dasar dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan

1.    Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2.   Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3.   Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4.   Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional

Tujuan IBD

Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.


Untuk bisa memenuhi tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
  1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
  2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
  3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
  4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
  5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
  6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya
  7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
  8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang serta mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
  9.  
    referensi sumber
    http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/modul-ibd/


Rabu, 02 Januari 2013

PROPOSAL PENELITIAN TENTANG PEMANFAATAN PROGAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF



BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar belakang masalah
Multimedia sering diartikan sebagai gabungan dari banyak media atau setidak-tidaknya terdiri lebih dari satu media. Multimedia dapat diartikan sebagai komputer yang dilengkapi dengan CD-Player, sound card, speaker, dengan kemampuan memproses gambar gerakk, audio dan grafis dalam resolusi yang tinggi. Kemudian dari sudut pandang software, akan diartikan sebagai kemampuan untuk mencipta dunia maya di mana pengguna dapat berinteraksi dengan komputer.

1.2      Perumusan Masalah
Berdasarkan judul diatas, maka terdapat masalah yang muncul sebagai berikut :
1.     Arti dari Progam Multimedia
2.    Kelebihan dari Progam multimedia
3.    Penggunaan Progam multimedia di masyarakat

1.3      Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Pengembangan teknologi ini berguna untuk meninggkatkan pengetahuan akan penggunaan media seperti audio, TV, komputer, video, buku, dll.
Manfaatnya agar masyarakat bisa menghadapi berbagai macam teknologi yang akan berkembang secara pesat di era globalisasi ini.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Teori yang dipakai
2.1.1 Hubungan antara Progam Multimedia dengan Teknologi Pembelajaran
Progam multimedia adalah berupa paket pembelajaran yang terdiri dari berbagai media yang dikembangkan secara terpadu. Paket pembelajaran terdiri dari media cetak (modul), kaset, audio, video, dan slide suara. Selain itu multimedia dapat diartikan sebagai perpaduan dari berbagai media yang terdiri dari teks, grafis, gambar diam, aimasi, suara, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik. Sementara itu, komputer mempunyai kemampuan untuk menyimpan, mengolah, dan menyajikan data secara cepat. Dalam bahasa pemrograman tertentu, komputer dapat berinteraksi dengan user. Komputer seolah-olah dapat merepons setiap input data yang diberikan oleh user sehingga terjadi komunikasi timbal-balik antara user dengan komputer. Oleh karena itu, jenis multimedia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu multimedia linear dan multimedia interaktif.
Pada tahun 1980-an software yang dikenal dengan software authoring adalah Macro Mind Director. Tentu saja banyak software tersebut yang tidak kalah terkenalnya, terutama ditunjukkan untuk mengembangkan progam multimedia secara lebih spesifik.

2.2.2 Kelebihan dari Progam Multimedia
Dibandingkan dengan media lainya, Progam multimedia interaktif mempunyai sejumlah kelebihan antara lain sebagai berikut:
A)   Fleksibel, baik dalam pemberian kesempatan untuk memilih setiap mata pelajaran yang disajikan, juga variasi serta penempatannya untuk diakses.
B)   Self-pacing yaitu bersifat melayani kecepatan belajar individu, artinya kecepatan waktu pemanfaatannya sangat tergantung kepada kemampuan dan kesiapan masing-masing peserta didik yang menggunakannya.
C)   Content-rich yaitu bersifat kaya isi, artinya progam ini menyediakan isi informasi yang cukup banyak, bahkan berisi materi pelajaran yang sifatnya pengayaan dan pendalaman, dan juga memberikan rincian lebih lanjut dari isi materi.
D)   Interaktif yaitu bersifat kemonukasi dua arah, artinya progam ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan respon
E)   Individual, yaitu bersifat melayani kecepatan belajar individu, yang artinya progam multimedia ini sejak awal dirancang dan disediakan untuk memenuhi minat dan kebutuhan belajar individu peserta didik.]

2.2.3 Penggunaan Progam multimedia di masyarakat
Pengembangan progam multimedia interaktif melibatkan sejumlah orang dengan sejumlah kompetensi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan multimedia dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori yaitu; te4naga ahli (expert), tenaga kreatif (Creatif team), manajemen, dan pendukung (aide).
Progam multimedia interaktif ini dirancang untuk keperluan belajar individu, maka dilengkapi dengan tes sehingga peserta didik akan bisa mengukur sendiri pencapaian hasil belajarnya. Dengan sajian yang interaktif dan nonlinea, melalui progam multimedia ini peserta didik akan bisa belajar dengan bantuan seminimal mungkin dari guru atau orang lain, dan belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing(Self-pacing), baik bagi slow-leaner maupun fast-leaner.

2.2 Kerangka Penelitian
Untuk memudahkan dalam memahami isi proposal maka penulis susun sedemikian rupa sehingga antara satu bab dengan bab yang lain saling terkait. Adapun kerangkanya sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN yang meliputi : Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI yang meliputi : Teori yang dipakai, Hubungan antara Progam Multimedia dengan Teknologi Pembelajaran, Kelebihan dari Progam Multimedia, Penggunaan Progam multimedia di masyarakat.

BAB III ANALISA yang meliputi : Metodelogi Penelitian, Objek Penelitian, Periode Penelitian, Cara Penilitian Data, Rencana Biaya Penilitan, Jadwal Waktu Penelitian.


BAB III
ANALISA


3.1 Metedologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan proposal penelitian ini diantaranya adalah :
1.     Metode Observasi
Dalam metode observasi ini penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap keadaan dilapangan dengan demikian dapat diketahui secara langsung data-data yang dibutuhkan dan informasi apa yang dapat diambil
2.    Metode Literatur
Dalam metode literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari buku dan internet yang mendukung penulisan proposal penelitian ini

Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ini adalah masyarakat sosial yang mendapatkan pembelajaran dengan media di daerah.
Periode Penelitian

Data yang digunakan merupakan data laporan dari Pertengahan bulan Desember 2012 sampai awal bulan Januari 2013.


       3.2 Cara Penelitian Data

Cara Pengumpulan Data : Menggunakan kuisoner,dan observasi
Rencana Biaya Penelitian : Penelitian in merupakan penelitian mata kuliah Ilmu Sosial Dasar di Universitas Gunadarma, untuk memenuhi tugas yang deberikan. Maka semua biaya penelitian ditanggung oleh penulis.

Jadwal Waktu Penelitian :
1. Minggu I : Persiapan dan pengumpulan data
2. Minggu II : Penyusunan laporan dan laporan akhir

SUMBER REFERENSI
1. Warsita, bambang 2008 Teknologi Pembelajaran
2. Suarga, 2006 Landasan Teori Pemrograman