Jumat, 13 November 2015

Tugas Softskill bisnis model Canvas



 Lingkungan bisnis sekarang ini merupakan lingkungan yang kompetitif, cepat berubah, dan merupakan lingkungan yang semakin sulit untuk perusahaan terutama untuk membuat keputusan bisnis. Perusahaan dihadapkan dengan informasi baru tentang teknologi informasi, siklus hidup produk yang lebih pendek, pasar global, dan persaingan ketat. Dewasa ini perusahaan juga harus mengelola ingkungan, saluran distribusi, rantai pasok, implementasi TI yang mahal, kemitraan strategis, dan harus fleksibel untuk bereaksi dengan perubahan pasar.
     
Yang mengherankan, konsep dan perangkat lunak yang membantu manajer memfasilitasi keputusan strategis bisnis di lingkungan yang sulit ini masih langka. Tidak ada alat perangkat lunak yang berguna untuk menilai, memahami, mengukur, mengubah, berkomunikasi, atau bahkan mensimulasikan model bisnis (Osterwalder,2004). Banyak manajer tidak mengerti bagaimana sebenarnya konsep bisnisnya, atau dengan kata lain manajer tersebut tidak memiliki pemahaman intuitif tentang model bisnis perusahaannya meskipun model bisnis ini mempengaruhi semua keputusan penting. Dalam banyak kasus, manajer jarang berkomunikasi dengan cara yang jelas dan sederhana (Linder dan Cantrell, 2000).
          Oleh karena itu, akan menarik apabila ada satu set alat yang memungkinkan pelaku bisnis untuk memahami model bisnis mereka dan unsur-unsur yang ada di dalam model bisnis mereka sehinggan mereka dengan mudah mengkomunikasikan model bisnis perusahaannya kepada orang lain dan membiarkan mereka untuk mengubah dan bermain-main dengan model bisnis  tersebut sekaligus belajar mengenai peluang bisnis (Osterwalder,2004).
   
 Menurut Osterwalder dan Pigneur (2010), model bisnis kanvas adalah sebuah model bisnis yang menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi atau perusahaan menciptakan, menyerahkan, dan menangkap nilai. Dewasa ini, tidak ada kepastian mengenai konsep model bisnis. Maka dari itu, konsep model bisnis kanvas merupakan konsep yang dapat menjadi bahasa bersama yang memungkinkan untuk menggambarkan dan memanipulasi model bisnis untuk membuat alternatif kebijakan strategi yang baru.
   
Model bisnis kanvas digambarkan melalui sembilan blok bangunan dasar yang menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan bermaksud untuk
menghasilkan uang. Sembilan blok ini mencakup empat bidang utama bisnis yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelayakan keuangan. 
9 Elemen Penting Lahirnya Model Bisnis Kanvas
Sebelum membuat model bisnis kanvas, kita harus mempelajari 9 elemen penting yang mendukung kemajuan suatu bisnis. Elemen-elemen tersebut yaitu:
1. Customer Segments
Elemen pertama ini membuat kita harus menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis kita. Misalnya, suatu maskapai penerbangan mengeluarkan 2 produk untuk memenuhi kebutuhan 2 segmen pelanggan yang berbeda atau ada 2 stasiun televisi yang menyajikan 2 acara berbeda untuk memenuhi segmen pelanggan yang berbeda.

2. Value Propositions
Value propositions akan membahas mengenai manfaat atau benefit apa yang akan didapatkan para pelanggan jika memilih bisnis kita. Hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis kita dengan bisnis yang lain.

3. Channels
Melalui penggunaan channels yang tepat, kita baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments. Jadi, memikirkan channels juga menjadi salah satu elemen terpenting bagi keberhasilan bisnis.

4. Revenue Streams
Aliran pendapatan tentu menjadi salah satu tujuan utama dari sebuah bisnis. Sehingga elemen yang satu ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Jangan sampai ada bahan baku, produk atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal dan mengakibatkan kerugian pada bisnis.

5. Customer Relationship
Elemen yang kelima membahas bagaimana jalinan hubungan kita dengan pelanggan. Perlu pengawasan yang ketat dan intensif agar pelanggan bisnis kita tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.

6. Key Activities
Kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menciptakan value prepositions yang efektif? Hal ini tentu menjadi pembahasan yang tak kalah penting dalam elemen key activities.

7. Key Resources
Agar bisa mewujukan tujuan bisnis, kita tentu harus mengelola sumber daya bisnis tersebut semaksimal mungkin. Semua jenis sumber daya mulai dari pengelolaan bahan baku, penataan SDM dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat model bisnis

8. Key Partnership
Bisnis yang baik tidak hanya mampu menjalin hubungan dengan para pelanggan saja. Karena hubungan dengan pihak supplier atau tim pemasaran juga harus diperhatikan. Tak ada salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan ekspektasi.
 
9. Cost Structure
Elemen terakhir yang tak kalah pentingnya dengan kedelapan elemen lainnya adalah struktur pembiayaan bisnis. Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang kita jalankan menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.





Sumber:
·         http://acheljesy.blogspot.co.id/2012/06/model-bisnis-kanvas.html
s




Jumat, 16 Oktober 2015

Hasil Laporan Wawancara Pembisnis (Tugas SoftSkill)

 Biodata Pembisnis

Nama : Mochammad reyza akbar
Tempat, tanggal lahir : Jakara, 14 mei 1994
Jumlah saudara : 2 bersaudara
Hobi : pekerjaan yang dilakukan setiap hari dan wajib dilakukan.
Pendidikan :       MADRASA IBTIDAIYAH | SD 2008-2009
                                                PERGURUAN RAKYAT1 2009 | SMP - 2010
                                                AL-HIDAYAH | SMK 2011-2012
                                                TEKNIK INFORMATIKA | UNIVERSITAS GUNADARMA – Present
Kemampuan : Virtual Reality, Dev Android, Dev Website, Illustrations, Management



Dialog Wawancara

Moderator : “Selamat siang mas Reyza kita dari Universitas Gunadarma ingin mewawancarai mas reyza sehubungan dengan tugas Mata kuliah Pengantar Bisnis Informatika..”

Narasumber : “Iya selamat siang juga mba.”
Moderator : “Langsung saja ya mas untuk pertanyaan yang pertama. Saat ini bisnis apa yang mas reyza tekuni?”
Narasumber : “Untuk saya sendiri bisnis yang saya tekuni saat ini yaitu pada bidang Startup.”
Moderator : “Bidang startup ya, wah menarik sekali ya mas sepertinya, kalau boleh tau bisnis startup itu apa ya mas?”
Narasumber :”hehe iya mba jadi startup itu suatu usaha di bidang teknologi seperti contohnya GoJek, contoh seperti itu dinamakan bisnis Startup dan bisnis startup ini sebenarnya membantu  menyampaikan  suatu informasi melewati media-media teknologi seperti social media, pembuatan aplikasi, engine-engine aplikasi.
Moderator :”Jadi bisa dibilang berarti mas Reyza ini bekerja sebagai penawar jasa ya ?”
Narasumber :”Sebenarnya jika di perusahaan saya sendiri, perusahaan saya ini bernama WAPER(Warung developer) dimana saya itu membuat (mengcreate) startup-startup baru di Indonesia. Saya itu semacam creatornya misalnya mba ini ingin membuat  suatu aplikasi tetapi mba tidak punya programmer, modal dan lain lainnya itu bisa dibantu dengan kami.”
Moderator :”Sejak kapan mas Reyza memulai bisnis ini?”
Narasumber :”Sebenarnya bisnis saya dimulai dari bulan juli 2014. Awalnya pembuat founder adalah saya, yang kedua adalah teman saya. Jadi ceritanya saya ingin membuat usaha di bidang teknologi dan akhirnya saya membuat jasa apps android. Jadi saya mengajak teman saya sebagai partner dan sebagai CO. Untuk bagian programming seya merekrut orang. Sebenarnya tadinya saya belum memulai bisnis startup. Saya masih menggunakan jasa servis seperti untuk membuat website, membuat apps android, apps desktop
Moderator : “Jadi baru satu tahun mas reyza menjalankan bisnis startup ini, ada kendala tidak mas dalam menjalankan bisnis startup ini?”
Narasumber :”Startup di Indonesia ini sebenarnya terbilang masih sedikit dan juga masih belum masuk ke global, maksudnya dikhususkan di indonesia mungkin karena untuk memulai bisnis startup diperlukan biaya yang cukup besar.”
Moderator : “Apakah mas reyza sudah memiliki kantor untuk mengelola bisnis startup ini?”
Narasumber :”Untuk bisnis ini kami masih homeworking, jika bertatap muka secara virtual itu belum ada tapi kami masih bekerja secara remote yang berarti masih memantau pekerjaan di rumah. Jadi kita belum memiliki kantor pusat maupun kantor cabang.”
Moderator :”Nah tadi mas reyza sempat menyinggung kata team, jadi sebenarnya team yang mas reyza bentuk itu dibagi dalam berapa bagian sih untuk mengelola bisnis startup tersebut?”
Narasumber: “Dalam tahun 2015 ini saya memperbaharui sistem saya di perusahaan saya ini. Saya memiliki rubik-rubik menu. Yang pertama itu ada virtual reality menggunakan oculus atau smartphone yang biasanya dipakai dengan karbot. Yang kedua itu ada android. Yang ketiga ada apps website”
Moderator :”Jasa yang ditawarkan mas reyza ini cakupan wilayahnya sudah sejauh mana sih?”
Narasumber :”Saya menawarkan jasa saya hanya pada wilayah jabodetabek saja, khususnya Jakarta”
Moderator :”Omset mas reyza dari memulai bisnis ini sampai sekarang berapa?”
Narasumber :”Kalau dari omset pendapatan dari perusahaan saya itu dihitung dari perproject, sudah mendapatkan 40 juta dihitung dari bulan juli sampai bulan desember 2014. Karena saya sempat vakum untuk menyelesaikan penulisan ilmiah”
Moderator :”Pada awalnnya ada kesulitan tersendiri untuk membangun sebuah team dengan jasa yang masih baru di dunia teknologi informasi?”
Narasumber :”Untuk membangun team sebenarnya mencari partner yang sangat susah karena perbedaan pendapat yang sulit”
Moderator :”Balik lagi ke pertanyaan pendapatan mas reyza yang sudah mencapai 40 juta selama 6 bulan, apakah ada modal awal dalam bentuk uang atau hanya dalam bentuk keterampilan yang mas reyza miliki saja?”
Narasumber :”Pada awalnya saya minim modal dan saya berpikir mengapa tidak membuka jasa servis saja, karena tanpa modal hanya dengan kemampuan sendiri.atau skill. Jadi saya tidak mempunyai modal awal untu memulai bisnis ini”
Moderator :”Cara mas reyza untuk mengembangkan bisnis mas reyza saat ini seperti apa?”
Narasumber :”Perlunya inovasi baru dengan menambah fitur-fitur baru agar user tidak bosan dengan fitur yang hanya itu-itu saja.”
Moderator :”Pengguna startup ini lebih ditujukan kepada kalangan apa? Dan apakah pengenalan bisnis startup ini dapat menarik perhatian masyarakat awam?”
Narasumber :”Jika dalam pengenalan pada masyarakat awam sangat sulit karena kita harus mempresentasikan fungsi dari startup tersebut karena bisnis ini lebih ditujukan pada perusahaan-perusahaan.”
Moderator :”Dengan siapa saja mas reyza sudah bekerja sama  selama ini?”
Narasumber :”Alhamdulillah saya sudah pernah bekerja sama dengan 2 instasi pemerintah.”
Moderator: “Pertanyaan terakhir ya mas, mengapa memilih untuk mengembangkan bisnis startup ini padahal jika difikir masih banyak bisnis bisnis yang lain yang sesuai dengan umur mas reyza yang terbilang masih muda?”
Narasumber :”Karena untuk bisnis startup sendiri sepertinya akan berkembang terus karena sepertinya menjanjikan untuk dijadikan bisnis di teknologi informasi.”
Moderator :”Terima kasih mas reyza atas waktunya sudah berkenan untuk diwawancara dengan kami hari ini. Sukses selalu untuk usaha mas reyza. Semoga terus melahirkan inovasi-inovasi baru.”
Narasumber :”iya mba sama –sama. Semoga hasil wawancara ini dapat memberikan manfaat.”



Resume


Waperr (Warung Developer), perusahaan ini berdiri pada bulan juli 2014. Pendiri perusahaan ini yaitu Mochammad Reyza Akbar. Dimana perusahaan ini bergerak dalam bisnis informatika dengan skala perusahaan kecil, karena baru saja dirintis. Bidang spesifik TIK dari perusahaan ini mencakup jenis jasa, khususnya pada bidang startup, contohnya aplikasi GoJek. Bisnis ini ikut serta dalam membantu  menyampaikan  suatu informasi melewati media-media teknologi. Perusahaan ini andil dalam membuat startup-startup baru di Indonesia. Sistem kerja perusahaan ini sebagai creator. Luas lingkup area bisnis yang dijalankan perusahaan ini masih dalam cakupan wilayah jabodetabek khususnya Jakarta. Perusahaan ini belum memiliki kantor pusat atau kantor cabang dimana perusahaan ini masih bekerja secara homeworking dengan sistem remote. Perusahaan ini memiliki sistem kerja team, dimana mereka menyelesaikan project mereka secara team, yaitu dengan cara merekrut orang yang ahli dalam bidangnya. Anggota team tersebut dibagi berdasarkan bagiannya untuk mengelola project yang diterima. Bagian –bagian tersebut yaitu bagian virtual reality, apps android dan apps website. Omset perusahaan yang telah didapat perusaahaan ini selama 6 bulan yaitu berkisar Rp. 40 juta. Kendala dalam bisnis ini yaitu sulitnya bekerja sama dengan partner dalam team yang memiliki karakteristik pemikiran yang berbeda-beda serta diperlukannya biaya yang cukup besar untuk memulai bisnis ini. Namun modal awal yang dipakai perusahaan ini hanya berupa keterampilan saja. Perusahaan ini pun mengembangkan bisnisnya dengan cara menambahkan inovasi-inovasi baru di dalamnya agar user tidak bosan. Bisnis yang dijalankan perusahaan ini ditujukan lebih kepada perusahaan-perusahaan, karena banyak dari mereka yang tertarik atas jasa servis dari perusahaan ini. Masih kurangnya ketertarikan masyarakat awam atas jasa servis dari perusahaan ini karena ketidakpahaman masyarakat awam atas fungsi dari bidang startup ini. Perusahaan ini sudah bekerja sama dengan 2 instansi pemerintah. Pendiri membuat perusahaan ini dengan alasan bisnis startup ini akan berkembang terus karena menjanjikan untuk dijadikan bisnis di teknologi informasi untuk di kemudian hari.




Foto